SELAMAT DATANG DI WEB GSF TAHUN 2019 Web ini bukan Web resmi SMPN 14 Malang tetapi web Pembelajaran bidang studi TIK dan sebagai bagian dari web SMP N 14 Malang yg resmi. Web ini berfungsi untuk menunjang kegiatan pembelajaran melalui media internet. Siswa dan guru dapat berinteraksi secara tidak langsung dalam website ini. Diharapkan dengan website ini guru dan siswa dapat lebih mudah menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu media pembelajaran.

Kamis, 19 Maret 2020

TUGAS INFORMATIKA KELAS 7

Dikerjakan di buku tugas

Dikumpulkan tanggal 28 Mei 2020.
Buka link dibawah ini:

https://forms.gle/HPMpaj8q9cXrVGGx9



Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 Oktober 2019

KEGIATAN GSF SMPN 14 MALANG

Malang – Dinas Pendidikan Kota Malang yang kini dikepalai oleh Dra. Zubaidah, MM bersama jajaran pimpinan Harian Jawa Pos Radar Malang menggelar sosialisasi kegiatan Green School Festival tahun 2019. Green Shool Festival merupakan program kerja rutin tahunan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang bekerjasama dengan Harian Jawa Pos Radar Malang sebagai salah satu wadah menumbuhkembangkan serta memperkuat kepedulian lingkungan pada insan pendidikan Kota Malang.(Diknas Kota Malang )

Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Agustus 2012

ALAMAT SMP NEGERI 14 MALANG- JATIM

https://www.google.co.id/maps/place/SMP+Negeri+14+Malang/@-7.9438901,112.6625847,206m/data=!3m1!1e3!4m5!3m4!1s0x2dd629a149d6c5f7:0x9844592a5dde519d!8m2!3d-7.9434969!4d112.6624943?hl=id

INI ADALAH ALAMAT SMP NEGERI 14 MALANG -JAWA TIMUR
Baca Selengkapnya...

Ini Jawaban Mendikbud Soal Kritik terhadap UKG

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menjawab kritik yang dilontarkan oleh publik terkait penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG). Meski masih banyak kelemahan secara teknis maupun substansi dalam penyelenggaraannya, Nuh menegaskan bahwa UKG penting untuk memperbaiki kualitas guru di Indonesia. "Program ini bukan untuk membuka aib, tetapi untuk melakukan perbaikan kualitas dan kinerja guru. Adapun hasil UKG nanti hanya akan menampilkan nilai rata-rata per provinsi dan kabupatennya saja, bukan perorangan," katanya saat pemaparan lanjutan rapat kerja bersama dengan Komisi X DPR RI, di Senayan, Jakarta, Kamis (9/8/2012). Nuh tak menampik adanya sejumlah masalah dalam teknis pelaksanaan UKG di berbagai daerah. Namun, menurutnya, kementerian berupaya memperbaiki kegagalan yang sudah terjadi sehingga tidak terulang di gelombang berikutnya. "Soal trouble yang terjadi, kita terus melakukan perbaikan, terutama hal-hal yang sifatnya teknis. Sebab, program ini konsen pada 2,9 juta guru di Indonesia," tambahnya. Sudah ada sekitar 514.000 guru yang ikut dalam UKG gelombang pertama. Sisanya, diupayakan ikut dalam gelombang kedua. Selain mendapatkan guru-guru yang dinilai berada di bawah standar, lanjutnya, proses ini akan memangkas sekitar 33.000 guru per tahun yang masuk dalam kategori pensiun. Guru-guru yang berada di bawah standar akan diberikan pengembangan kompetensi dan kembali melalui pengukuran kinerja dan uji kompetensi berikutnya. Selain itu, Nuh menambahkan bahwa kementerian terus berupaya melakukan perbaikan dalam penyediaan guru-guru baru. "Untuk guru baru juga, kita akan menggelar seleksi khusus, calon tersebut akan diasramakan untuk memperkuat kompetensi kepribadian dan sosialnya, serta untuk meningkatkan kemampuan mengampu mata pelajaran ganda, mayor minor. Ini untuk mempermudah distributor, dan mereka juga akan diberikan beasiswa biar jadi guru itu tidak susah," tuturnya kemudian. Baca Selengkapnya...

NILAI RATA-RATA UKG GELOMBANG PRTAMA 4,5

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Syawal Gultom mengungkapkan, nilai rata-rata nasional uji kompetensi guru (UKG) gelombang pertama adalah 4,5. " Menurut dia, nilai rata-rata ini sudah menggambarkan apa saja yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan para guru dalam meningkatkan kompetensinya. Dia mencontohkan, misalnya untuk mata pelajaran Matematika, apakah guru kesulitan di Aljabar, Geometri, atau Statistik. Berdasarkan hasil UKG, Kemdikbud akan mendesain diklatnya.Hasil UKG ini masukan berharga bagi guru untuk mengembangkan diri sendiri, masukan bagi sekolah untuk membina guru, penyelenggara diklat, serta lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK)," kata Syawal di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Selasa (14/8/2012). UKG gelombang pertama yang dimulai 31 Juli telah selesai diselenggarakan hingga 12 Agustus lalu. Sebanyak 624.702 guru telah mengikuti UKG dari total jumlah peserta yang mencapai 1.006.211 guru. UKG sendiri melibatkan 2.979 tempat uji kompetensi (TUK). Kemdikbud sebagai penyelenggara ujian telah memastikan bahwa UKG hanya untuk memetakan dan memperoleh data awal untuk pembinaan guru selanjutnya. Singkatnya, UKG hanya untuk mengawal guru sampai mencapai batas kompetensi minimal tugas keprofesiannya dan tidak terkait dengan pemberian tunjangan profesi. Pelaksanaan UKG gelombang kedua akan dilaksanakan pada 2 Oktober. Peserta yang ikut, selain yang terjadwal mengikuti pada gelombang kedua, juga peserta yang gagal mengikuti UKG di gelombang pertama karena kendala teknis dan administrasi. Baca Selengkapnya...

Selasa, 10 April 2012

RPP INFORMATIKA KLS 7.KD 3.1.1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                          : SMP NEGERI 14 MALANG
Mata Pelajaran              : INFORMATIKA
Kelas/Semester             : VII /GANJIL
Materi Pokok                  : TEKNIK KOMPUTER
Alokasi Waktu               : 14 JP (7 X 2 JP)

 

A.   Kompetensi Inti

1.  Menghayati dan memngamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
2.  Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Baca Selengkapnya...

Senin, 02 April 2012

Sertifikasi Guru 2012: Skor Tertinggi UKA Terpusat di Jawa-Bali

Nilai rata-rata UKA secara Nasional adalah 42,25. Kabupaten Kota yang mendapatkan nilai rata-rata tertinggi melebihi rata-rata nasional adalah sebagai berikut:
- Kota Blitar sebesar 56,41,
- Kota Sukabumi sebesar 55, 88,
- Kabupaten Gresik 55,41,
- Kota Malang 53,71,
- Kabupaten Jembrana, sebesar 53,63,
- Kota Magelang 53,62,
- Kota Surakarta sebesar 52,49,
- Kota Pasuruan 52,30,
- Kota Denpasar sebesar 52,23, dan
- Kabupaten Banyumas sebesar 52,23.
(sumber:kemendiknas.go.id)

Baca Selengkapnya...

Sertifikasi Guru 2012: Gara-Gara Hasil UKA Jeblok, Guru Baru Harus dari Lulusan Terbaik

Gara-gara hasil UKA jeblok, tampaknya, ke depan, guru baru harus dari lulusan terbaik di perguruan tinggi yang berstatus LPTK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengakui kecewa dengan hasil nilai uji kompetensi akhir (UKA) guru tahun 2012 ini yang cukup rendah. Yakni rata-rata nasional hanya mencapai angka 42,25.
“Jika dikatakan kecewa ya mau bagaimana lagi. Kenyataannya memang seperti ini. Tapi setidaknya, saya bisa mengatakan bahwa UKA ini cukup jujur. Inilah kondisi guru-guru kita. Kita harus hadapi,” ungkap Nuh di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (16/3).

Nuh mengatakan, pemerintah akan lebih memfokuskan pada guru-guru baru dan akan menjadi prioritas pemerintah ke depannya. “Rencana pemerintah ke depannya memang ingin memasukkan lulusan yang baik. Yang sudah terlanjur disertifikasi biar saja. Tapi pastinya ke depan akan tertutup (diisi, red) dengan guru-guru yang lulusannya baik.Sehingga, akan jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun begitu, Nuh juga mengakui cukup lega karena pemerintah akhirnya memiliki data untuk pemetaan kondisi guru di Indonesia. Data ini, lanjut Nuh, juga sebagai data pendukung data lainnya. Yakni, data pemetaan Ujian Nasional (UN) dan data kondisi fisik sekolah.

“Nanti semuanya akan disatukan semua. Sehingga pemerintah dapat memiliki data utuh mulai dari hasil UN dan nilai akademik siswa, tingkat kompetensi gurunya, dan kondisi fisik,” jelasnya. (sumber: /jpnn)
Baca Selengkapnya...